Hidup Untuk Saat Ini

Hidup untuk saat ini-Happy-Bahagia
Sumber Gambar : www.pexels.com

Setelah dua pekan tidak menulis, kali ini saya akan membagikan sebuah tulisan dan berharap tulisan ini bermanfaaf bagi teman-teman pembaca. Tulisan ini berjudul "HIDUP UNTUK SAAT INI". Mengapa saya mengambil judul ini, karena kebanyakan dari kita lupa menikmati moment saat ini, karena terlalu memikirkan masa lalu yang tidak dapat diulang lagi dan terlalu banyak memikirkan masa depan yang belum terjadi.

Saya mengutip kata-kata seorang komentator CNN udara Amerika, pembawa acara televisi, penulis, dan pembicara motivasi/ motivator.

If you are living in the past, you are going to be depressed because you are re-hashing things that happened to you, that are not going to happen again.
If you are living in the future, you are going to be anxious, because you are wishing for things that aren't happening yet.

Jika anda hidup untuk masa lalu, anda akan depresi karena anda membahas sesuatu yang tidak akan kembali terjadi.
Jika anda hidup untuk masa depan, anda akan merasa cemas karena anda mengantisipasi apa yang akan terjadi atau mengharapkan sesuatu yang belum tentu terjadi. (Mel Robbins)

Dari pernyataan tersebut pasti muncul pertanyaan. Apakah kita tidak boleh memikirkan masa lalu? Bukankah masa lalu menjadi pembelajaran buat kita? dan Apakah kita tidak boleh memikirkan masa depan? Bukankah itu menjadi tolak ukur untuk kita berjuang.

Jadi begini teman-teman, saya sama sekali tidak melarang untuk memikirkan masa lalu ataupun membayangkan masa depan. Karena dari masa lalu kita dapat belajar dari pengalaman kita dan dengan membayangkan masa depan, kita terpacu untuk mengapainya. Tapi yang saya anjurkan adalah, jangan sampai dengan memikirkan masa lalu secara berlebihan.

Apalagi yang kita pikir itu bukanlah hal yang baik untuk diingat. Maka secara sadar atau tidak sadar hal itu akan membuat kita depresi, akan muncul rasa bersalah atau apapun yang menghambat kita untuk menikmati moment saat ini.

Ketika kita memikirkan masa lalu yang kurang baik, selalu muncul pertanyaan, Mengapa saya melakukan ini dulu? Mengapa saya diciptakan seperti ini? Mengapa saya dilahirkan dikeluarga ini? Mengapa tidak begini? Mengapa tidak begitu? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, adalah pertanyaan-pertanyaan yang ada diluar kendali kita.

Biasanya pertanyaan-pertanyaan yang berawal dari kata mengapa ini seringkali tidak ada jawabannya. Ketika kita tidak mendapatkan jawaban, kita mudah sekali depresi, mulai koreksi diri, mulai menyesal, perasaan bersalah yang tidak ada ujungnya. Apakah kita tidak boleh koreksi diri, menyesal atau rasa bersalah?

Saya bilang boleh, karena itu manusiawi. Yang tidak boleh adalah ketika kita terlarut dalam pikiran-pikiran rasa bersalah, menyesal dan lain sebagainya. Bukankah hal seperti ini bisa menghambat pertumbuhan kita? Bukankah karena pikiran-pikiran begitu orang tidak mau lagi berjuang karena merasa tidak berguna, karena sudah melakukan banyak kesalahan, sudah melakukan kesalahan ini dan itu.

Hal-hal semacam ini tentu saja menghambat pertumbuhan kita. Jadi, pikirkan hal-hal yang membuat kita bertumbuh bukan membuat kita terpuruk karena rasa bersalah, penyesalan dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan masa depan?
Masa depan itu tidak kemana-mana, masa depan tidak lari dari hadapan kita. Masa depan malahan menunggu kita. Terus apa salahnya memikirkan masa depan? Saya tidak melarang untuk memikirkan masa depan.

Yang saya anjurkan adalah jangan terlalu memikirkan masa depan, sampai kita lupa untuk memaksimalkan apa yang kita lakukan hari ini. Masa depan tergantung apa yang kita lakukan hari ini, saat ini. Supaya kita tidak cuma berbaring diatas tempat tidur dan menghayal mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Atau lebih parahnya lagi, kita memikirkan masa depan sampai tidak bisa tidur, sampai tidak bisa makan dan ujung-ujungnya depresi. It's True Friends! Ini Kenyataan.

Misalnya muncul ketakutan untuk tidak naik kelas, untuk tidak lulus, untuk tidak selesaikan skrpisi, takut DROP OUT, mengalami masa depan yang kurang bagus atau ketakutan-ketakutan lainnya. Kita biasanya fokus pada ketakutannya sampai kita lupa memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan. Itulah yang sedang banyak kita rasakan sekarang.

Solusinya :
Ketika kita sudah mulai berpikir ke masa lalu yang tidak baik atau ke masa depan yang belum terjadi, sampai kita depresi. Carilah pekerjaan bermanfaat yang bisa diselesaikan, dengan begitu pikiran-pikiran seperti itu pasti hilang. Nikmati pekerjaan itu, nikmati moment itu, karena itu berharga.

Dan satu lagi, selalu ingat kata MURSE artinya MURAH SENYUM, karena dengan tersenyum, banyak persoalan selesai dengan sendirinya. Maksud saya disini bukan selesai dalam arti fisik tetapi selesai dalam pikiran kita. Finish In My Mind and In Your Mind.

Karena kalau sudah selesai dalam pikiran, pikiran jadi fresh dan yakinlah, pasti kita bisa menghadapi masalahnya secara fisik dengan kepala dingin, pikiran yang jernih dan hasilnya pasti maksimal.

Hiduplah untuk saat ini, Nikmati moment saat ini.

Sekain,
Semoga apa yang saya bagikan menginspirasi pembaca semuanya.
SALAM MURSE! KEEP SMILE!

Comments